Menurut Kantor Berita ABNA, "Pentagon mengonfirmasi beberapa tentara bayaran asal Kolombia yang ditangkap terkait pembunuhan Presiden Haiti, sempat mendapat pelatihan militer di AS," tulis The Hill, Kamis (15/7/2021).
Letnan Kolonel Ken Hoffman, Jubir Pentagon mengatakan, "Database pelatihan kami menunjukkan sejumlah kecil warga Kolombia yang ditahan sebagai bagian dari penyelidikan teror Presiden Haiti berpartisipasi dalam program pelatihan dan pendidikan militer AS di masa lalu, saat mereka masih menjadi anggota aktif Militer Kolombia."
Namun Pentagon tidak merinci berapa jumlah tentara bayaran Kolombia yang pernah dilatih militer di AS.
Setidaknya 13 warga Kolombia yang terlibat dalam pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise teridentifikasi sebagai mantan personel militer Kolombia. (HS)
342/